Posted on January 27, 2009 by Imam Ashari
Manusia adalah tempatnya salah, bahkan malaikatpun juga bisa salah lho. Salah dan dosa merupakan pembelajaran kepada kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kalau kesalahan yang sama masih dilakukan, itu artinya termasuk manusia yg bebal seperti saya, hiks.
Kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat akan selalu membekas kepada jiwa kita. Rasa malu, rasa bersalah dan dosa. Apalagi salah dan dosa kepada orang lain, akan juga membekas kepada jiwa orang tersebut. Bagaikan menancapkan paku terhadap kayu, terjadi penekanan paku atas kayu.
Manusia yang beriman selalu istigfar, minta ampun kepada-Nya, taruhlah Allah memberikan ampunan, namun kerusakan akibat kesalahan dan dosa tadi akan kembali ke semula ? Tidak. Coba angkat paku yg tertancap pada kayu, selalu meninggalkan bekas lubang yang sulit untuk dikembalikan lagi keasalnya. Walaupun di dempul sekalipun keadaannya sudah berubah. Read more »
Filed under: Renungan, hikmah | Tagged: dosa, hati, jiwa, penjara | 2 Comments »
Posted on January 20, 2009 by Imam Ashari
New Delhi, India
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat
mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui. Read more »
Filed under: Copas, Spiritual, pengetahuan | Tagged: Abdullah, Aminah, Bouraq, Hira, Kalky autar, muhammad | 1 Comment »
Posted on January 14, 2009 by Imam Ashari
ada tiada rasa damai jiwa
rindu akan memanggilmu
karena setiap jiwa tlah bersumpah
setia hanya kepada-MU
bila cinta ada didalam jiwa
wangi bunga dunia tanpa nestapa
segala yg dirasa hanyalah DIA
hatiku memuja hanya Pada-NYA
Ketika cinta memanggil gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil hangatnya nafasku ketika cinta memanggil….rindu rindu kalbu memanggil NAMA-MU seperti terbang di langit-MU tenggelam dilautan cinta-MU
berpadu kalbu yg rindu
melebur menjadi satu
bagaimana menari diiringi pelangi
ketika cinta memanggil
rindu rindu kalbu
memanggil2 nama-MU
seperti terbang di langit-MU
Filed under: Renungan | 3 Comments »
Posted on January 14, 2009 by Imam Ashari
Cerita surat Al fiil selalu kita sangka hanya sebuah sejarah. Padahal langkah gajah – gajah itu masih berderap -derap menggegerkan. Binatang itu telah berubah wujud menjadi sebuah mesin kecongkakan yang mengguncangkan pusat ketauhidan manusia, Ka’batullah. Rumah Allah ini dari jaman dulu memang banyak disangka akan roboh, hancur, bangkrut dan ternafikan oleh serombongan pasukan besar entah itu berupa arus filsafat, pemikiran, opini kepenyairan, media informasi, iptek atau varian ilmu baru yang akan terjadi di waktu akan datang.
Sejengkal langkah gajah sudah mampu membuat dag -dig-dug pemukiman yang akan dilewatinya. Hentakan pijakan kakinya sangat terasa walaupun kita berdiri ribuan kilometer jauhnya. Kaki yang menghunjam bumi hanyalah sebuah tamsil bahwa kekuatan utama adalah perolehan alam materi, khususnya bumi. Setiap gebrakan langkahnya membuat segala alam materi yang bertumpu pada struktur ilmu ekonomi akan berguncang hebat dan sangat menakut-nakuti umat manusia. Read more »
Filed under: Renungan, Spiritual | Tagged: Ababil, Israel, JIhad, Palestina | 2 Comments »
Posted on January 12, 2009 by Imam Ashari
Adakalanya sesuatu yang kita inginkan di dunia ini tidak pernah kunjung datang. Adakalanya juga sesuatu yang kita inginkan itu datang, ternyata tidak baik buat kita. Dan sesuatu yang tidak kita sukai ternyata ada disekitar hidup kita.
Manusia menyimpan angan – angan, keinginan, cita – cita dalam dirinya. Dalam hidupnya didedikasikan untuk mewujudkan keinginannya. Sibuk untuk mewujudkan angan – angan itu seakan manusia mempunyai kekuasaan untuk mengatur dunia ini dengan tangannya, kepintarannya, ilmunya, kehebatannya, dan kekayaannya. Bahkan manusia menjadikan Tuhan menjadi pembantunya. Dengan doanya dia meminta ini itu, memohon untuk ditambah kekayaannya, kekuasaannya, kecantikan atau ketampanannya. Read more »
Filed under: hikmah | Tagged: anugrah, bahagia, kehendak | Leave a Comment »