Manusia adalah tempatnya salah, bahkan malaikatpun juga bisa salah lho. Salah dan dosa merupakan pembelajaran kepada kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Kalau kesalahan yang sama masih dilakukan, itu artinya termasuk manusia yg bebal seperti saya, hiks.
Kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat akan selalu membekas kepada jiwa kita. Rasa malu, rasa bersalah dan dosa. Apalagi salah dan dosa kepada orang lain, akan juga membekas kepada jiwa orang tersebut. Bagaikan menancapkan paku terhadap kayu, terjadi penekanan paku atas kayu.
Manusia yang beriman selalu istigfar, minta ampun kepada-Nya, taruhlah Allah memberikan ampunan, namun kerusakan akibat kesalahan dan dosa tadi akan kembali ke semula ? Tidak. Coba angkat paku yg tertancap pada kayu, selalu meninggalkan bekas lubang yang sulit untuk dikembalikan lagi keasalnya. Walaupun di dempul sekalipun keadaannya sudah berubah. Read more »
Filed under: hikmah, Renungan | Tagged: dosa, hati, jiwa, penjara | 2 Comments »
New Delhi, India
Cerita surat Al fiil selalu kita sangka hanya sebuah sejarah. Padahal langkah gajah – gajah itu masih berderap -derap menggegerkan. Binatang itu telah berubah wujud menjadi sebuah mesin kecongkakan yang mengguncangkan pusat ketauhidan manusia, Ka’batullah. Rumah Allah ini dari jaman dulu memang banyak disangka akan roboh, hancur, bangkrut dan ternafikan oleh serombongan pasukan besar entah itu berupa arus filsafat, pemikiran, opini kepenyairan, media informasi, iptek atau varian ilmu baru yang akan terjadi di waktu akan datang.
Adakalanya sesuatu yang kita inginkan di dunia ini tidak pernah kunjung datang. Adakalanya juga sesuatu yang kita inginkan itu datang, ternyata tidak baik buat kita. Dan sesuatu yang tidak kita sukai ternyata ada disekitar hidup kita.





