KARMA

Manusia lahir tidak membawa pahala maupun dosa, suci dan bersih. Perumpamaan Allah kepada bersih dan suci selalu diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Kalo boleh saya katakan, ini adalah kondisi pada titik 0 (nol) atau ibarat kertas masih putih kosong.
Barulah dalam perjalanan hidup selanjutnya, manusia mewarnai hidup dengan karya-karya positif, kebajikan dan bahkah kejahatan ataupun perbuatan dosa. Hidup selanjutnya inilah manusia mengukir KARMA.

Bicara masalah karma memang tidak terdapat pada istlah2 dalam islam, atapun kristen dan katolik sekalipun, mungkin hanya pada aliran Budha, Hindu, Tao, dll. Ada dua macam karma, yaitu karma positif dan karma negatif. Tengoklah dalam qur’an “Barangsiapa berbuat kebajikan walau sebesar biji sawi akan mendapat balasan, dan barangsiapa berbuat dosa walau sebesar biji sawi maka jua dapat balasan. Dan balasan atas perbuatannya adalah setimpal“. Nah inilah sebenarnya disebut KARMA.

Sebenarnya dalam hidup ini kita menjalani karma kita sendiri. Apa buktinya ? kalo mau bukti, maka lihat diri anda sekarang, bahwa anda menjadi spt sekarang adalah karena apa yang telah anda lakukan sebelumnya. Lihatlah, kebahagian anda, ekonomi anda, kesehatan anda, hidup anda di tengah masyarakat anda, semuanya adalah atas karma yang anda buat sebelumnya.

Pertanyaannya adalah bagaiman peran Allah dalam hidup kita, saya jawab besar sekali !. Allah telah memberikan kita Akal, insting, Ruh, Indera, dan hati nurani, dan semua itu dilengkapi manual yang paling lengkap dan akurat berupa kitab tertulis (Al-quran) dan tak tertulis tapi terhampar megah “Alam semesta”. Maka bersyukurlah kepadanya, dan tulislah karma yang positiv dengan modal yang besar ini. Dan jadikan tujuan terakhir kita adalah kembali kepada-Nya bukan hanya seperti bayi baru lahir, tetapi sebagai insan kamil yg paripurna.

Namun bagaimana dengan orang yang dilahirkan ditengah2 keluarga miskin, yang hidup selanjutnya menjadi peminta – minta, atau sudah kerja keras namun masih miskin karena tidak ada modal untuk menimba ilmu dan usaha dan banyak keterbatasan lagi.

Bagaimana dengan orang yang dilahirkan di tengah2 keluarga kaya, sehingga dg sedikit usaha, hanya dengan bantuan keluarga orang ini bisa sukses.

Apa yang salah dengan KARMA, Apakah ada KARMA di masa lampau ? kita lanjut dengan tulisan “Reinkarnasi” atau tulisan “Allah sang Sutradara dengan Manusia pemerannya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: