Manunggaling kawula Gusti

Semua pasti telah mendengar nama Syech Siti Jenar atau Syech lemah abang. Banyak orang yang mengkafirkan beliau dengan ajaran “Manunggaling  Kawula Gusti”. Menurut saya “Manunggaling Kawula Gusti” ada 2 macam pengertian, Yang pertama adalah “manunggalnya rakyat jelata (kawula) dengan Gusti (Raja), sedangkan pengertian kedua adalah merupakan ajaran mistis bersatunya hamba dan Tuhan.

Pengertian yang pertama, Syech Siti pada masanya menegaskan bahwa Semua manusia, tidak mengenal jabatan dan ras, baik raja maupun rakyat biasa mempunyai kedudukan yang sama dihadapan Allah (Alqur’an). Syech Siti membuka lahan – lahan kosong untuk dijadikan pemukiman, lahan – lahan tersebut dinamai lemah abang. Beliau ingin membangun masyarakat madani spt yang dicontohkan oleh Rasul, dimana semua manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama, dan kemulyaan manusia adalah karena ketaqwaannya, shg rakyat tidak wajib menyetorkan upeti kpd raja. Hal inilah yg membuat Raja yang berkuasa saat itu marah, sehingga memelintir dan memfitnah bahwa ajaran Syech Siti Jenar adalah sesat, dan Syech Siti adalah kafir,  bahkan ada fitnah bahwa Syech Siti berasal dari cacing.

Pengertian yg kedua tentang ajaran mistis Syec Siti Jenar…qiqiqi (mesem dulu) karena ini pendapat saya lho ya… Manunggaling kawula lan Gusti saya convert menjadi Manunggaling aku lan AKU. Pas ngaji dulu, guru saya bilang ojo sok ngaku – ngaku. Misal gini, “kalo masalah ahli, ya aku lebih ahli” atau “Kalau nggak ada aku ga akan seperti itu”. Atau sering orang setelah selesai melakukan ibadah haji, pulang kerumah kemudian cerita panjang lebar tentang akunya sehingga ada bangga pada akunya.

Dari pengakuan – pengakuan dan menjunjung aku, lalu dimana sang AKU ? hasilnya hanya aku saja yang ada, dan AKU tidak ada.

Manunggaling kawula Gusti adalah meniadakan aku yang ada hanya AKU, Laa Ilaha illa ANA (Tiada Tuhan kecuali AKU), Laa maujudan Illallah (Tiada wujud kecuali Allah). Segala gerak kita, nafas, perbuatan, prestasi, apa saja adalah dari Allah, maka kita sebenarnya tidak ada, semua adalah manifestasi Allah.

One Response

  1. “karangan yang bagus, dapet nilai 7”, kata bapak guru. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: