Guru Sejati (ruh dan nafsu part 2)

Hati atau dalam Alquran dinyatakan sebagai qalbu atau heart kata orang bule. Hati bisa bersifat baik dan juga bisa buruk, tergantung tingkah laku kita. Apabila baik hatinya maka akan baik seluruh hidup kita, dan apabila buruk maka keburukanlah yg akan mewarnai hidup kita.

Pernah kita dengar “hati kecil”, “hati terdalam”. Contoh pernyataannya adalah ” Hati kecilku/ relung hatiku yg terdalam mengatakan aku harus jadi manusia yang baik”. Kenapa hati kecil, kenapa hati yang terdalam ? Karena hati kita masih kalah oleh nafsu, dan belum menjadi raja pada diri kita, belum menjadi hati yang besar yaitu Hati Nurani.

Ya hati Nurani adalah tempat Allah meniupkan petunjuk dan hidayah. Kalau kita lihat ada buku berjudul “Berguru kepada Allah” ya jangan heran. Atau kalau kita dengar “Saat aku bertanya pada Tuhanku, Tuhanku menjawab” ya jangan nggumun. Melalui hati nurani inilah manusia berdialog dengan Allah, dan melalui inilah Allah memberikan petunjuk ilham kepada manusia. Kalau bahasa ITnya hati Nurani adalah Interface manusia denga Tuhan.

Bagaimana hati bisa menjadi hati nurani ? jawabannya adalah menjaga dari perbuatan dosa, dan tidak menurutkan haa nafsu. Kalau kita dipenuhi nafsu dunia, maka hati akan keruh dan tak akan bisa menerangi diri kita. Bagaimana bola lampu bisa menerangi ruangan kalau permukaan bola lampu penuh dengan daki dan kotoran.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang munyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepadacahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan- perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahu segala sesuatu. (Q.S. An Nuur ayat 35)

Ya, hati nurani inilah yang dalam bahasa Kejawennya disebut sebagai Guru Sejati.

3 Responses

  1. Memang ilmu laduni itu ada akan tetapi tolok ukurnya adalah Syar’i ( Al qur’an dan sunnah). sebelum anda diadili di akhirat maka didunia ini dengan qur’an dan sunnah inilah akan diadili. kalau hadits yang sohih anda tolak bagaimana mungkin anda mengaku bahwa kepahaman anda itu bimbingan allah.

    dan sudah dipastikan kekafirannya atas perkataan Manunggaling kaulla ngusti, karena orang yang benar-benar bernakrifat dan bertarekat tidak akan sanggup mengatakannya. rasulullah menyatakan kafir terhadap orang-orang yang menggunakan allah(dan ayat-ayat alalah) dan rasulnya sebagai bahan candaan(bercanda) atau olok-olok atau pelecehan.

    add sayurhaseum@yahoo.com agar diskusi lebih ma’ruf afwan ana ngak sering ngenet. s’moga allah memberi kita petunjuknya baik itu yang dzohirnya(Qur’an sunnah) ataupun yang bathin Laduni.

  2. Pernyataan yg mana yg menyatakan saya menolak hadist, bagi saya hadist ama Alqur’an sama mulyanya, karena sama2 keluar dari mulut Rasul. Dan mana yg menyatakan saya menggunakan ayat2 Allah utk bercanda….mungkin akhi salah baca

  3. salam asih asah dan asuh cak……………..

    thanks wacananya ya…………….

    saran saya mhn jgn terpancing dgn coment org lain……….. lanjutkan………. hehhehe

    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: