Avatar dan 4 unsur manusia

Pasti semua pernah mendengar kata Avatar, atau bahkan melihat film kartunnya yang berjudul The Avatar. Avatar dalam bahasa sansekerta berarti titisan dewa. Sang Avatar dalam film tersebut diwakili oleh ‘Aang’ bocah kecil pengendali udara (air bender) yang dituntut untuk menguasai semua unsur yaitu udara/angin, api, air, dan tanah. Pada film tersebut unsur – unsur digambarkan dengan sebuah negara, ada negara api, negara air, dan negara tanah. Tiap negara pun digambarkan sesuai dengan sifat unsur tersebut.

Empat unsur tadi sebenarnya diambil dari 4 unsur pembentuk watak manusia.

Api
Api bersifat selalu tegak dan membakar.
Watak manusia yang dipengaruhi oleh sifat api adalah ambisi, semangat, keserakahan, passion.

Air
Air bersifat selalu turun dan memadamkan.
Watak manusia yang dipengaruhi oleh sifat air adalah sabar, mengalah, rendah hati.

Udara
Udara atau angin bersifat merobohkan.
Watak manusia yang dipengaruhi oleh sifat udara adalah dominasi, kekuasaan.

Tanah
Tanah bersifat diam atau tenang.
Watak manusia yang dipengaruhi oleh tanah adalah ketenangan.

Sang Avatar harus memiliki keempat sifat tadi dan harus berimbang. Dalam film tersebut diceritakan dengan gaya peperangan. Tetapi sejatinya adalah bagaimana membuat keempat unsur kehidupan tadi bisa berimbang.

Dalam Islam, terutama yang pernah belajar tarekat tentu tahu kalau unsur-unsur kehidupan tadi disimbolkan pada sholat lima waktu. Yaitu berdiri sebagai simbol api, ruku sebagai simbol udara atau angin (yang berarti merobohkan), sujud sebagai simbol air yaitu turun dan duduk sebagai simbol tanah yang berarti diam atau tenang.

Bagaimana jika seandainya keempat unsur ini tidak dimiliki secara seimbang ?
Misalnya unsur api yang terlalu dominan tentunya akan menjadi orang yang mudah marah namun positifnya adalah ambisi, passion yang besar.
Jika unsur air yang dominan maka ada kecendrungan untuk selalu mengalah tapi positifnya adalah sabar.

Idealnya semua harus seimbang, dominasi api lawannya air, dominasi udara lawannya tanah. Semua ada pasangannya, semua ada lawannya seperti prinsip Yin Yang, keseimbangan dalam dualitas.

Api kecil jadi mainan, api besar jadi lawan, udara kecil jadi kesejukan, namun udara besar bisa memporak porandakan, air tenang menyenangkan, namun begitu menjadi ombak yang besar spt tsunami bisa membinasakan, tanah tempat tumbuh tumbuhan, begitu longsor bisa membahayakan.

Dalam makrokosmos ( jagad gede ) 4 unsur harus seimbang begitu juga mikrokosmos (jagad kecil dalam diri).

Muhammad SAW adalah Avatar, Isa adalah Avatar, Sang Budha adalah Avatar, Semua Avatar akan selalu membuat keseimbangan di muka bumi, dan begitu juga pengikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: