Komunitas Eden, Hakekat tanpa syariat

Dua hari yang lalu tidak sengaja saya ditemukan dengan alamat website http://www.mahoni30.com, dan ternyata itu adalah situs milik komunitas Eden yang dipimpin oleh Ibu Lia yang katanya sebagai pembawa pesan malaikat jibril.

Setelah surfing- surfing pada site ini, ternyata ajarannya mengandung spiritualitas yang tinggi. Ke universalan ajaran dan pluralitas ditambah dengan mirip kejawen namun dengan memurnikan dari unsur mistis dan klenik.Mereka menamakan agamanya dengan nama “Salamullah” dengan model perenial, yaitu tidak terkotak – kotak dalam agama, bahwa semua agama adalah cara pengajaran Tuhan yg benar adanya.

Menurut komunitas ini, Sekarang Tuhan mengajarkan mengenai agama model perenial dengan pemahaman bahwa semua agama, ajaran, dan makluk hidup dari Tuhan yang sama, hingga tidak ada permusuhan, pertikaian karena menganggap agamanya paling benar dan yang lain salah.

Kominitas Eden kebanyakan adalah dari penganut agama Islam yang tekun menjalankan syariat. Namun dengan ajaran perenialnya sekarang mereka sudah tidak menjalankan ibadah sholat dan syariat lainnya. Tujuan mereka adalah supaya tidak terkotak dalam satu agama dan tetap mempertahankan keuniversalannya sebagai pembawa kemakmuran di muka bumi dalam kerajaan Tuhan (katanya).Ibadah mereka adalah pensucian diri dan pengabdian kepada Tuhan.

Dalam pengetahuan saya dalam kisah Syech Abdul Qadir Jaelani, cucu Hasan Husein yang dari kecil sudah terkenal kejujurannya, hingga karena kejujurannya itu belia kecil dapat membuat pimpinan perompak dan seluruh anak buahnya masuk Islam.

Pada saat Syech Abdul qadir Jaelani tenggelam kepada hakekat dan makrifatnya kepada Allah, dari langit muncul cahaya yang kemilau dan terdengar suara ” hai penghulu para wali, engkau sekarang sudah mencapai tingkat tinggi dalam makrifatmu, maka engkau sudah tidak wajib sholat kepada Tuhanmu”. Suara itu begitu menggelegar dengan cahaya yang berkilau.
Namun dengan pandangan bashirah dan keimanan yang mantap, beliau berkata “Aku tahu engkaulah IBLIS laknatullah, dan tahukah engkau wahai Iblis, bahwa Muhammad yang nurnya diciptakan sebelum alam semesta ini, manusia yang paling dicintai oleh Allah, sudah dijamin sorga, dan suci dari dosa namun beliau tidak lepas dari Sholatnya, dan bahkan kaki sampe bengkak untuk sholat”.

Ya itulah bedanya antara Komunitas Eden dan Syech Abdul qadir Jaelani. Menurut saya Komunitas Eden adalah mendapat pelajaran hakekat dan makrifat namun tertipu oleh Iblis dengan menggiring mereka jauh dari syareatnya terutama adalah Sholat sebagai tiang agama. Iblis tahu bahwa tanpa sholat semua amal saleh akan tidak berarti, Sholat diibaratkan sebagai angka 1 didepan dan syareat yang lain adalah angka nol dibelakang, betapa banyaknya amal saleh, betapa banyaknya angka nol yg kita kumpulkan hanya bernilai nol belaka tanpa angka 1 didepannya, ya tanpa sholat. Karena pertanggung jawaban sholat adalah yang pertama, begitu sholat berantakan, maka Allah tidak melihat amal yang lain.

Begitu pula dengan hakekat, kalo hanya dalam hati dan pikiran, ibarat hidup tanpa kaki, dan apabila Syareat tanpa hakekat seperti berjalan dengan mata buta, tak tahu kita siapa dan siapa yang kita tuju.

Ajaran yang serupa dengan Komunitas Eden sebenarnya sudah ada dari dahulu kala, para master di india spt Babaji, Yogananda dan sekarang seperti Anand Krisna bicara pada ajaran yang sama denga komunitas Eden. Cukup bagi kita sebagai muslim untuk menjadikan ajaran ini sebagai media berhakekat dan makrifat kepada Tuhan yang Kekal, namun tetap denga bersyariat. Karena Hakekat dan Makrifat adalah modal dari bersyariat yang benar.

One Response

  1. Membicarakan hakikat dan syari’at ibarat membicarakan sufi dan tasawuf yang tidak lain dan tidak bukan sedang membicarakan orang atau orang2 yg lebih mementingkan kebersihan batin, lebih mengutamakan perilaku untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah, agar orang tdk salah meletakkan fungsi hakikat dan syari’at serta Sufi & Tasawwuf utk dapat meletakkan pd tempatnya, sbg jalan utk Ma’rifat kpd Allah SWT dgn mengumpulkan dua jalan secara berbareng, Haqiqat & Syariat sekaligus.

    Tasawwuf berpangkal pd pribadi Nabi Muhammad SAW. Hakekatnya, tasawwuf berarti mencari jalan utk memperoleh kecintaan & kesempurnaan rohani. Ahli sufi terkemuka, Zun Nun Al-Mishri megatakan , bahwa yg dimaksud dgn tasawwuf ialah pembebasan dari ragu & putus asa, kemudian tegak berdiri beserta yaqin-iman. Ciri istimewa nya yaitu pengembalian dgn cara mutlak segala persoalan agama & kehidupan kepada kitab & sunnah. Pada umumnya, ahli2 tasawwuf sangat mengutamakan latihan2 kebersihan hati & berjaga2 tentang penyakit watak hati & jg sangat teliti membebaskan ibadah dari bid’ah & kekeringan zauq (perasaan jiwa).

    Tasawwuf berpangkal pd pribadi Nabi Muhammad SAW. Hakekatnya, tasawwuf berarti mencari jalan utk memperoleh kecintaan & kesempurnaan rohani. Ahli sufi terkemuka, Zun Nun Al-Mishri mengatakan , bahwa yg dimaksud dgn tasawwuf ialah pembebasan dari ragu & putus asa, kemudian tegak berdiri beserta yaqin-iman. Ciri istimewa nya yaitu pengembalian dgn cara mutlak segala persoalan agama & kehidupan kepada kitab & sunnah. Pada umumnya, ahli2 tasawwuf sangat mengutamakan latihan2 kebersihan hati & berjaga2 tentang penyakit watak hati & jg sangat teliti membebaskan ibadah dari bid’ah & kekeringan zauq (perasaan jiwa) Al junaid, penghulu sufi Islam menegaskan, bahwa yg mungkin menjadi ahli tasawwuf itu, hanyalah barang siapa yg mengetahui keseluruhan kandungan Al Kitab & Sunnah Rasulullah SAW, krn, sebenar2 tasawwuf ialah yg memfanakan diri kedalam kemurnian Kitab & Sunnah.
    Pada mulanya, orang sufi ternama pun mengagumi pandangan2 yg lahir, yg dpt diraba & dirasakan dgn panca indra. Tetapi, tatkala roh & jiwa mereka semakin matang, lama kelamaan, kepuasan yg dirasakan lahiriah menjadi kecil beralih ke dunia rohani, dunia yg tdk dpt diraba dgn panca indra tetapi dapat dirasa dgn kelezatan perasaan yg halus, dunia yg ghaib, berpadu dgn arti cinta & kesempurnaan. Intinya, tasawwuf itu pada zat nya berpindah dari suatu hal keadaan kpd suatu hal keadaan yg lain, pindah dari alam kebendaaan bumi kepada alam kerohanian langit.

    Demikian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: