Realita Gay, sebuah kewajaran atau kesesatan


Ya gay, sebuah realitas yang sukar dicerna oleh otak kita. Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia pun yang katanya mayoritas muslim, kaum gay juga merajalela. Komunitas gay tersebar di seluruh dunia, di negara muslim maupun negara non muslim. Fenomena apakah ini ? Suatu yang wajar, atau kesesatan belaka.
Kita mengenal Gay atau homo seksual sebenarnya sudah sejak lama melalui Alqur’an dan sunnah nabi. Kaum nabi Luth waktu itu juga melakukan kegiatan yang aneh ini, hingga Allah memberikan hukuman kepada mereka. Peristiwa masa lampau tersebut harusnya menjadi sebuah pelajaran untuk semuanya, namun kenapa gay / homo seksual makin marak ?
Saya pernah berpikir dan mencoba berempati, apakah mereka itu salah. Mereka terlahir dengan fisik laki – laki, namun dengan sifat perempuan, hingga sampai kepada dewasa dia memilih jalan gay. Ada juga karena masalah kejiwaan/ psikologi yang membuat dia gay, contohnya dari kecil dia melihat kelakuan bapaknya sebagai preman, tukang kawin, suka menyakiti hati ibunya dan anak2nya, galak dll, hingga timbul kebencian dan dia tidak ingin jadi laki2, nah yang ini apakah salah dia, bukankah salah bapaknya.
Saya yakin hati kecil mereka merasa bahwa jalan menjadi gay adalah salah, namun mengindahkannya dan tetap mendengar nafsunya untuk menjadi gay, dengan alasan ini adalah yang terbaik bagi dirinya. Padahal hati kecil itulah petunjuk Allah untuk tetap lurus kepada anugerahNya yang tidak pernah salah. “Laqod kholaqnal insana fii ahsani takwim” bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya”
Agama Islam dalam hadist ” Allah memurkai laki – laki yang menyerupai wanita atau sebaliknya wanita menyerupai laki-laki”
Ya itulah syariat sebagai pedoman kepada jalan yang lurus, sebagai solusi terhadap fenomena didunia ini. Andaikan para calon gay itu mengikuti syariat ini, maka saya yakin bahwa mereka menjadi laki – laki sejati. ” Siapa yang yakin kepada Ayat – ayat Allah dan bersungguh – sungguh maka ada jalan keluar baginya” ( Alqur’an)
Saya sangat maklum kepada para gay yang non muslim, karena mereka tidak ada acuan/syariat untuk masalah yang dihadapinya, mereka terjerumus kepada kesesatan yang menolak fitrah laki- laki.

%d bloggers like this: