Kebenaran lokal dan kebenaran global


Hari ini ( 07/08/2008 ) blog lakonkahuripan mendapat 5 comment dari seseorang yang menamakan diri sayurhaseum. Alhamdulillah baru kali ini blog ini mendapat kritikan yang membangun menurut saya. Beliau sayurhaseum mengkritik dan menyoroti beberapa artikel yang saya tulis yang mungkin bagi beliau dianggap , nyleneh, sesat, ingkar sunnah, dan jauh dari tuntunan Allah. Saya menanggapi hal tersebut dengan senyuman dan menganggap bahwa perbedaan adalah rahmat yang membuat pengetahuan kita lebih luas.

Saya beranggapan bahwa kebenaran yang saya yakini mungkin berbeda dengan kebenaran yang diyakini orang lain dan juga bisa sama. Kebenaran yang saya yakini sekarang mungkin akan berbeda dengan kebenaran yang saya yakini pada masa yang akan datang. Seperti halnya kebenaran saya sekarang berbeda dengan kebenaran yang saya yakini pada masa lampau. Ya begitulah, kedewasaan jiwa kita seakan tumbuh sesuai dengan perjalanan, pengalaman, dan pelajaran – pelajaran dalam hidup ini. Sehingga saya tidak memaksakan bahwa kebenaran orang lain harus sama dengan kebenaran saya. Oh ya, saya disini tidak bicara benar atau salah, tapi semuanya adalah benar dengan tingkat pemahaman yang berbeda – beda.

Berbicara masalah Alqur’an dan Hadist, apakah ini adalah kebenaran sepanjang masa ? tentu jawabannya adalah benar. Namun apakah pemahaman Alquran dan hadist kita akan pasti sama dengan orang lain ? jawabnya tentu bisa sama bisa tidak. Contohnya apakah pemahaman kita tentang sholat misalnya, saat kita kecil dulu dengan sekarang pasti berbeda. Mungkin saat kanak-kanak dulu sholat adalah ibadah yang membosankan dan dilakukan karena takut sama ayah atau ibu, jadi merupakan kewajiban yang terpaksa. Menginjak remaja, pemahaman kita naik, bahwa sholat adalah kewajiban bagi tiap muslim. Umur bertambah, pengalaman makin banyak, jiwa kita makin tumbuh, akhirnya memahami bahwa sholat adalah kebutuhan, dan bukan sekedar kewajiban. Kebutuhan akan berkomunikasi dengan Allah. Ya begitulah cara Allah mengajari makluknya, pasti akan berbeda satu dengan yang lain.

Tidak terbatas kepada ayat – ayat yang tertulis seperti Alqur’an dan hadist, Allah juga menghamparkan ayat – ayatnya yang tidak tertulis berupa Alam semesta ini. Iqra’ adalah kata pertama turunnya wahyu kepada Muhammad. Bacalah…baca atas nama Tuhanmu. Apa yang dibaca ? Yang dibaca adalah alam ini. Melalui ciptaannya Allah mengajari kita. Apapun dan apapun. Oleh karena itu Kebenaran yang hakiki/global yang bisa diterima oleh semua hanyalah ‘Allah’ sedangkan yang lain adalah kebenaran lokal yang beda satu dengan yang lain.

One Response

  1. Halo, salam kenal … dalam banyak hal, pemikiran kita sejalan … silakan lihat posting saya di sini … terima kasih …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: