Perbedaan bukan bahan hujatan


Manusia diciptakan beragam. Baik cara pikir maupun cara memandang sesuatu. Beraneka ragam budaya, dan kultur juga membuat manusia yang satu dengan yang lain berbeda. Dibesarkan pada lingkungan yang berbeda – beda. Dan juga dididik dan diajarkan ajaran agama oleh orang tua yang berbeda – beda. Sehingga dipastikan setiap orang adalah individu yang berbeda.

Biasanya manusia yang dari kecil hingga besar hidup pada lingkungan yang sama akan membuat sudut pandangnya, cara berpikir, mindsetnya akan terbentuk oleh lingkungan itu. Bahwa keyakinan – keyakinan diapun terbatas oleh lingkungan tersebut. Ya cara berpikirnya mungkin akan terkotak disitu saja.

Sebaliknya, manusia yang dari kecil hingga besar hidup pada lingkungan yang berganti – ganti, dan pergaulannya tidak terbatas kepada lingkungannnya, dan mungkin sering berpindah – pindah biasanya cara berpikirnya lebih berkembang. Sudut pandangnya lebih luas. Dia meyakini bahwa keberagaman manusia, ajaran dan keyakinan adalah memang sewajarnya.

Walaupun ajaran yang diterima sama, tapi karena lingkungan yang berbeda akan diterima berbeda pula.

Bertolak kepada dua hal diatas sering terjadi perselisihan pendapat. Dimana yang satu menilai yang lain adalah salah. Saling berseberangan , saling benci, menghujat, bahwa yang tidak sesuai dengan keyakinan kelompoknya adalah salah dan sesat, dan wajib dibubarkan. Ya fenomena seperti ini terjadi mungkin diseluruh belahan dunia. Dan lucunya manusia – manusia yang suka menghujat ini biasa mengatasnamakan Tuhan untuk menyesatkan orang lain.

Sebenarnya mereka lupa dengan ajaran islam ” Janganlah kamu mengolok – olok sebagian yang lain, boleh jadi yang kau olok – olok lebih baik dari kamu sekalian “. Ya mungkin mereka lupa ajaran ini karena nafsu mereka lebih menguasai mereka.

Pada beberapa minggu yang lalu saya mendengarkan khotbah jumat pada suatu masjid dekat kantor saya. Beliau sang imam mengutip hadist yang menyatakan “Belum engkau mati sebelum engkau melakukan sesuatu yang kau tuduhkan kepada orang lain “. Misalnya gini, kita menuduh orang lain bahwa dia adalah wanita nakal yang suka berzinah. Maka kita tidak akan mati sebelum kita juga melakukan zinah. Masya Allah…

Jadi hati – hatilah kita menghujat, menjelek – jelekkan orang lain, menganggap sesat dll. Daripada ngurusi yang lain lebih baik kita berbenah untuk diri kita dan keluarga kita, dan lingkungan kita.

2 Responses

  1. kalo cakep itu relatif pak, tapi kalo jelek itu mutlak…:p

  2. Setiap perbedaan yang menyimpulkan diri akan menjadi perbedaan yang lainnya lagi, bukan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: