Puasa Ramadhan menjadikan Taqwa sebelas bulan setelahnya

Kemaren malem saya tarawih di masjid. Maklum seperti biasanya hari pertama Ramadhan masjid-masjid selalu dipenuhi dengan para jamaah. Seperti menjadi suatu ritual tahunan tiap Ramadhan semua berbenah diri untuk memperbanyak ibadah. Baik yang alim maupun tidak, yang biasa ke masjid atau yang biasa ke cafe, yang biasa sholat maupun yang biasa bolong2 sholatnya, semuanya berlomba ibadah rutin tahunan. Ya ini terjadi dimana – mana. Seakan pahala dan iming2 Ramadhan telah menjadi pengganti dan suatu yang menggiurkan  dari kesalahan dan dosa sebelas bulan sebelumnya.

Itulah yang terjadi, Bahwa momentum puasa hanya dijadikan ajang untuk beribadah dalam sebulan, berbuat baik dalam sebulan, pahala dan ganjaran adalah tujuan. Mungkin hanya segelintir orang yang menjadikan Ramadhan sebagai tempat penggemblengan diri, pembersihan hati, meningkatkan iman dan taqwa sebagai bekal sebelas bulan selanjutnya lebih dari sekedar nilai – nilai pahala yang berlipat ganda.

Apa yang terjadi apabila Ramadhan tidak mengandung pahala yang dilipatgandakan, masih adakah yang mau tarawih, masih adakah yang mau baca Alquran. Apabila Ramadhan tidak berisi hari penuh rahmat, tidak berisi hari penuh pengampunan, tidak berisi hari penuh pembebasan dari api neraka, masih adakah yang puasa , masih adakah yang iktikaf. Apabila Ramadhan tidak mengandung Lailatul Qadar, masih adakah yang tidak tidur untuk berdzikir kpd Allah.

Keberhasilan Ramadhan, Ketaqwaan tidak dilihat dari berapa kali sholat tarawih, berapa kali iktikaf di masjid, berapa lama berdzikir, semua itu tidak ada artinya apabila ibadah, tazkiyah kita itu tidak bisa membentuk kita pada sebelas bulan selanjutnya.

Maka mari kita introspeksi, dan mengambil pelajaran dari ramadhan – ramadhan yang lalu. Apakah benar Ramadhan yang lalu bisa membentuk kita pada sebelas bulan setelah itu. Kalau kita sudah menyadari bahwa ternyata Ramadhan yang lalu belum membentuk perilaku taqwa kita selama ini, mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai tempat menggembleng diri hingga siap mengabdi kepada Allah pada sebelas bulan setelahnya.

One Response

  1. salam,

    Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan…marhaban yaa ramadhan…

    wassalaam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: