Mudik ke Fitrah

Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita, Puasa pergi lebaran menjelang datang. Masjid – masjid mulai sepi, dan semua orang mulai memadati pusat – pusat perbelanjaan.

Maklumlah sholat Idul Fitri disunnahkan memakai pakaian yang baru. Namun kenyataan yang terjadi saat sholat Id banyak yang memakai baju koko sudah tahunan, sedangkan baju barunya untuk acara ngider aliar galak gampil, dan ngeceng hehehe. Kalau kita mau merenung sedikit, Hadist nabi yang menyatakan pakailah pakain yang terbaik diantaramu untuk menyambut Idul Fitri bisa juga saya maknai bahwa setelah kita berpuasa menahan haus dan lapar, menahan nafsu dan perbuatan tercela selama sebulan penuh maka seakan – akan kita menanggalkan baju dengki kita, baju nafsu kita, baju serakah kita, baju sombong kita dan menanggalkan baju kebuasan kita, dan diganti dengan baju yang paling baik dan paling mulia disisi Allah yaitu baju TAQWA.

Akhir – akhir Ramadhan yang merupakan hari – hari Itkum minannar (Pembebasan dari api neraka), dan pencarian ibadah seribu bulan atau lailatu Qodar pada akhir Ramadhan ternyata tidak terlalu diminati oleh kaum muslimin. Hanya sedikit orang yang mau dengan istiqomah menunggu karunia Allah itu. Manusia lebih banyak memilih untuk memadati terminal, memadati stasiun, dan bandara dengan maksud untuk mudik (mulih nang udik).

Seperti ritual yang wajib, Pulang kampung saat lebaran, kembali kepada keluarga tercinta di tanah kelahiran adalah sesuatu yang sangat mengharukan. Setelah merantau di negeri nan jauh spt Jakarta ini, bergulat dengan tantangan hidup, bekerja dan berjuang demi untuk hidup, akhirnya kita rindu kepada darimana kita berasal. Kembali saya merenung bahwa kita berpulang kepada asal, Dari Malang saya lahir, dibesarkan disana dan kemudian mencari penghasilan di Jakarta selama kurang lebih 12 Tahun, dan tiap Lebaran saya berpulang ke Malang bertemu dengan Orang tua dan saudara tersayang.

YA..berpulang, asal kita Allah, Kita pernah janji kepadaNya bahwa Alastu bi robbikum, Engkaulah Allah Tuhanku, pemilikku, penjagaku, dan dilahirkanlah kita dalam bentuk bayi yang suci. Mungkin sebelum Ramadhan kemaren kita telah lupa hal itu, namun setelah kita sucikan Raga, jiwa, dan hati kita, pada akhir – akhir Ramadhan ini seakan kita diingatkan kembali untuk “Pulang” kepadaNYa. Kembali, ya kembali kepada kesucian, kepada Firah manusia yang mulia. Kita jaga hingga 11 bulan berikutnya sampai Ramadhan berikutnya.

Taqobbalallahu minna wa minkum taqabbal ya kariim..

Saya Imam Ashari dan keluarga mengucapkan Selamat kembali kepada kesucian dan mohon maaf lahir dan batin….

One Response

  1. walau agak telat nich, selamat hari raya idul fitri 1429H, mohon maaf lahir dan batin.
    salam kenal yach….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: