Melakoni yang kecil untuk sesuatu yang besar

rondeSeorang temen berujar kepada saya, “hebat sampeyan berbisnis sambil menyatukan visi”. Ya komentar itu dilontarkan setelah saya cerita bahwa dikantor saya jualan camilan kecil – kecilan. Mulanya adalah iseng, namun lama-lama keasyikan. Camilan saya peroleh di agen makanan kecil dan juga kami buat sendiri bersama istri tercinta.Konsumennya adlah teman – teman sekantor juga. Kegiatan saya setiap libur sabtu minggu, kulakan ke agen, beli bahan – bahan untuk membuat rempeyek atau cheese stick dan membuat rempeyek/ cheese stick bersama dengan istri. Hasil uangnya ga seberapa, namun secara moral dan spirit sangat berharga.

Para pakar bisnis dan motivator handal pasti setuju dengan ungkapan “Jangan memikirkan kesuksesan, jangan pikirkan keberhasilan, namun yang terpenting adalah proses untuk menjalani usaha”. Atau kalau dalam istilah keislaman, “yang penting syariatnya dijalankan, masalah berhasil atau tidak urusan Allah”.

Suatu malam lewat tukang ronde didepan rumah, saat nengok jam tangan, jam menunjukkan pukul 10 malam. Saya tanya ke abangnya rumahnya dimana ? tadi mulai jualan jam berapa ? tadi ke perumahan ini naik apa, Sambil menuangkan ronde ke mangkok pesanan saya, dia menjawab bahwa rumahnya di kranggan, berangkat dari kranggan abis magrib, dan jalan kaki. Saat mendengar jawaban tukang ronde ini dada saya langsung bergetar, bayangkan kranggan – bukit golf (rumah saya) kira-kira 10 km, beliau jalan kaki, jualan saat orang – orang tidur atau di dalam rumah, ditengah keheningan malam beliau yakin bahwa dagangannya akan abis, padahal yg namanya ronde paling enak disantap saat dingin, dan anda tahu sendiri Jakarta termasuk cibubur saat siang dan malam panas.

Ya..bapak tukang ronde diatas punya keyakinan bahwa yg penting baginya usaha, rejeki Allah yang menentukan, ungkapan yang enteng diucapkan tapi berat dijalankan. Namun kenapa orang punya keyakinan seperti ini ? Jawabannya ada pada manusia yang sudah melangkahkan kaki kedepan untuk menjalani proses.

Di dalam proses suatu usaha ternyata mengandung puluhan hikmah, ratusan pelajaran, dan ribuan manfaat daripada sekedar jualannya laku, bisnis berhasil dsb dsb. Ingat bahwa yang besar adalah dari yang kecil. Bersyukurlah atas anugerah yang kecil karena Sang Maha Pemberi yang kecil adalah juga Sang Pemberi yang besar. Anda bersyukur atas anugerah yang kecil, maka pasti akan dipercaya untuk mendapat yang besar. Anda yang kurang bersyukur atas yang kecil, maka penantian anda utk menunggu yang besar akan sia – sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: